Pandemi Covid

Timesofindia.indiatimes.com menyebutkan obat natural lain yang bisa dipakai untuk meningkatkan daya tahan tubuh di tengah pandemi corona. Lulusan Postdoctoral Fellowship Harvard Medical School, Amerika Serikat, ini menyatakan pencegahan virus corona yang paling efektif sampai sekarang hanya dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat. Penelitian terhadap senyawa kurkumin dilaporkan meningkatkan ACE2 pada hewan uji tikus, namun belum ada studi hubungan langsung terhadap infeksi virus corona (COVID-19). Saat ini, tanaman herbal banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara untuk membantu pencegahan virus corona atau COVID-19. Tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kunyit dan temulawak. Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan klaim obat herbal yang berlebihan, termasuk menyembuhkan infeksi virus Corona.

Sejak ribuan tahun lalu, kayu manis sudah dipakai sebagai obat herbal untuk menjaga sistem imun. Saat pandemi corona, Anda bisa mengonsumsi jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sama seperti bawang putih, jahe juga memiliki kandungan antimikrobakteri, antiinflamasi, dan antibiotik. Selain itu, bawang putih juga dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dalam tubuh.

Tanaman natural yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah tanaman empon empon seperti kunyit, jahe dan temulawak. Akhmad mengatakan, sebuah obat termasuk untuk Covid-19 harus melalui uji klinis dan izin edar dari Badan POM yang membuktikan bahwa produk tersebut aman, berkualitas, dan ada manfaat. Manfaat itu misalnya apakah bisa menurunkan gejala klinis, dan parameter pra klinisnya menjadi lebih baik dengan obat yang diujicobakan tersebut. Kemudian untuk keamanannya, tidak ada efek samping, seperti mengganggu fungsi hati dan ginjal. Dia harus diposisikan sesuai dengan perannya masing-masing yang telah dikenal masyarakat.

Menurut sejumlah jurnal, tanaman ini berasal dari Amerika dan banyak tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Ketepeng tumbuh sebagai tanaman liar atau biasanya sengaja ditanam di pinggir kali atau sawah serta sering digunakan untuk tanaman hias pekarangan. Saat ini langkah-langkah yang telah dilaksanakan pada pasien Covid-19, kata Marissa, masih terbatas pada tindakan preventif dan suportif yang dirancang untuk mencegah komplikasi dan kerusakan organ lebih lanjut. Tim yang terdiri dari Surya Atmaja, Hadi Pranoto, dan Mukhlis Ramlan ini melakukan riset mencari obat corona. Senyawa ini diduga bisa menghambat aktivitas Mpro, yakni enzim di dalam virus Corona yang berperan dalam proses perkembangbiakannya.

Seeberger mengatakan uji coba Artemisia juga dianggap “cukup berhasil” terhadap penyakit selain malaria. Studi menemukan bahwa ekstrak Artemisia efektif dalam menghambat coronavirus SARS pertama (SARS-CoV) yang muncul di Asia pada tahun 2002 yang menyerang sistem pernapasan. “Konsumsi ramuan yang berisi natural dan probiotik. Herbal, di antaranya kunyit dan kencur diparut dan diseduh dengan air hangat dicampur dengan madu juga rebusan jahe yang diberi minyak kayu putih setetes,” ujarnya. Meski demikian, lanjut Penny, tinggiya permintaan konsumsi obat natural tidak boleh mengabaikan kandungan yang berkhasiat bagi tubuh.

“Manfaat kurkumin terhadap penyembuhan COVID-19 tentu masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan. Diperlukan kerja keras dari berbagai pihak seperti peneliti, industri farmasi, dan pemerintah Indonesia dalam pengembangan tanaman – tanaman tersebut hingga menjadi obat fitofarmaka sebagai antivirus terhadap COVID-19,” jelas Prof. Daryono. Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Rabu (5/8) menyelenggarakan dialog mengenai obat tradisional untuk infeksi virus corona ini. Dialog ini diselenggarakan antara lain untuk meluruskan pemahaman masyarakat, terkait klaim penemuan produk herbal antibodi Covid-19. Klaim ini disampaikan seseorang bernama Hadi Pranoto, dalam wawancara di kanal YouTube milik penyanyi Anji.

Kamu bisa menggunakan aplikasi ALODOKTER untuk chat langsung dengan dokter atau membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit. Meski demikian, jika ada anak bangsa yang menemukan obat natural untuk pengobatan maka secara garis besar BPOM tetap mendukung karena bahan-bahannya tidak tergantung atau diimpor. Bahkan, jika ada peneliti atau produsen yang melakukan riset-riset baru terkait obat herbal, maka BPOM akan mendukung penuh. Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif Badan POM, Togi Junice Hutadjulu juga menegaskan, sampai saat ini pengembangan obat belum ada yang bisa diklaim atau diindikasikan untuk pengobatan Covid-19.

Belajar dari sejarah pandemi dunia, sejak dahulu tercatat bahwa lamanya waktu berlangsung bervariasi bergantung pada jenis sumber wabah tersebut. Sedangkan untuk mencegah gula darah tinggi, komposisi herbalnya terdiri dari daun salam, herba sambiloto, kulit kayu manis, temulawak yang memiliki efek menurunkan gula darah atau sebagai antidiabetic. Menurut information dari kantor berita AFP, di Kalimantan Barat saja ekspor tanaman kratom mencapai hingga 400 ton sebulan dengan nilai sekitar 10 juta Dolar AS. Kisaran harga global kratom saat ini sekitar 30 Dolar AS per kilogram. Begitu pula di AS, yang jadi importir utama tanaman kratom dari Kalimantan. Tanaman dalam bentuk daun ini bisa diminum sebagai teh, dikunyah atau dijadikan pil. Ini bukanlah obat malaria pertama yang mendapatkan perhatian dalam usaha menemukan obat COVID-19.

Obat covid herbal

Dengan terhambatnya enzim ini, maka pertumbuhan virus Corona juga terhambat. Ketika virus flu burung menginfeksi sel paru dan menurunkan respon imun yang disebut dengan sitokin. Sitokin di paru-paru tidak hanya melawan virus dan juga menyebabkan sel-sel paru itu menjadi rusak. Terkait Orang Tanpa Gejala COVID-19, ujar dia, sebenarnya dengan menerapkan gaya hidup sehat di antaranya makan bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup serta asupan nutrisi yang baik, maka bisa sembuh dari penyakit tersebut. Hadi mengatakan cairan yang ia temukan dapat menyembuhkan pasien positif Covid-19. JAKARTA, KOMPAS.TV – Ikatan Dokter Indonesia mempertanyakan keabsahan klaim obat Covid-19 yang diakui oleh Hadi Pranoto.

Mulya