Rsup Dr Sardjito

Karena itulah, Zullies setuju dengan langkah kementerian yang kemudian melakukan koreksi atas klaim awal mereka. Sejumlah klaim berulang kali disampaikan pihak-pihak yang mengaku menemukan obat untuk mengatasi virus corona. Kementerian Pertanian pernah mempromosikan kalung anticorona berbahan eukaliptus.

Dikutip dari China News Service, Lianhua Qingwen menjadi jenis obat baru pertama yang disetujui oleh China’s National Drug Administration’s selama wabah SARS. Tak sampai di situ, Lianhua Qingwen juga disebutkan membantu mengurangi perburukan kondisi pasien. Selama isolasi mandiri, tentu saja Fahmi menyiapkan suplemen dan vitamin, yang mesti dikonsumsi tepat waktu. “Di samping itu, lakukan kegiatan yang bisa mengusir jenuh. Ada hobi, lakuin,” sebut Fahmi. Sepulang ke Samarinda, keluarganya sementara menginap di rumah sanak famili.

Satu pekan terakhir, masyarakat juga dihebohkan wawancara artis dengan seseorang yang mengaku menemukan herbal antibodi Covid-19. Obat ini juga merupakan obat tradisional Cina pertama yang memasuki uji klinis FDA di Amerika Serikat untuk mengobati influenza. Food and Drug Administration pada bulan Agustus 2020 lalu menyetujui penggunaan Lianhua Qingwen hanya untuk mengobati gejala dari Covid-19 tetapi tidak dapat mengobati virus Covid-19. Dilansir dari China News Service, Lianhua Qingwen secara signifikan dapat menghambat replikasi virus corona dalam sel yang mengalami infeksi Covid-19.

Jenis ini berbeda dari keluarga coronavirus yang sudah terlebih dahulu menimbulkan epidemi international antara lain H1N1 , SARS dan MERS CoV. Dia menambahkan, meningkatkan imun juga tidak bisa didapatkan dari hanya mengonsumsi obat natural., tetapi juga menerapkan gaya hidup yang betul. Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM dr Reri Indriani mengatakan obat herbal terbagi menjadi tiga, yaitu jamu, obat natural terstandar dan fitofarmaka. Walau eucalyptus sudah sering digunakan dalam pengobatan natural untuk mengobati penyakit-penyakit di atas, penggunaan eucalyptus untuk mengobati penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 belum terbukti.

BPOM sudah memberikan persetujuan EUA untuk tujuh industri farmasi terkait dua obat ini. “Sementara Remdesivir untuk pasien gejala berat yang dirawat di rumah sakit,” ungkap dia. Beragam obat natural atau ramuan tertentu yang disebut mujarab untuk penderita Covid-19 menyebar di media sosial dan aplikasi percakapan.

“Banyak teman pengusaha yang sakit COVID-19 mengonsumsi herbal dari NTT dan berhasil sembuh. Kita harus bersyukur karena NTT kaya obat natural yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk COVID-19,” katanya. Bola.com, Jakarta – Berbagai tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker telah dilakukan untuk menurunkan risiko terpapar COVID-19. Hal lain, yakni menjaga sistem imunitas tubuh, yang termasuk kunci mencegah terpapar virus corona penyebab COVID-19.

Sejauh ini, ini berikut tanaman maupun ramuan herbal yang diklaim bisa bantu mencegah infeksi Covid-19. VIVA– Organisasi Kesehatan Dunia , akhirnya memberikan persetujuan untuk memulai uji klinis natural untuk memerangi virus corona atau COVID-19. Dia menjelaskan, fungsi dari obat natural adalah memelihara kesehatan hingga meningkatkan imunitas tubuh.

Permintaan itu, menurut Penny, terjadi karena tingginya kesadaran masyarakat untuk terus menjaga imunitas tubuh melalui obat non kimia. Terlepas dari tanaman ini memiliki potensi antivirus, menurut Rini Pujiarti, Ph.D, Dosen Fakultas Kehutanan UGM, menyebut jika diklaim bahwa minyak kayu putih bisa membunuh COVID-19 maka diperlukan penelitian lebih lanjut. Namun, menurut Pakar Pulmonolog dari Universitas Gajah Mada, dr. Ika Trisnawati, obat lian hua untuk mengurangi perburukan kondisi pasien dengan infeksi COVID-10, tidaklah tepat.

Obat covid herbal

Lalu, upayakan untuk membeli produk-produk herbal di tempat-tempat resmi seperti apotik dan konsultasikan ke apoteker. Sebab, tingginya permintaan atau konsumsi obat herbal tidak serta merta mengabaikan kandungan yang akan berkhasiat bagi tubuh. Oleh karena itu, ujar dia, perlu diketahui semua pihak bahwa BPOM hingga kini tidak pernah mengeluarkan izin klaim obat tertentu yang dinyatakan dapat mengobati COVID-19. Ia mengatakan jika ada penemuan baru untuk COVID-19, maka harus dilakukan sejumlah tahapan hingga uji fitofarmaka atau pengujian pada manusia. Hari ini ia kembali menyampaikan bahwa obat Covid-19 temuannya telah melalui uji klinis yang dilakukan oleh timnya. Togi menambahkan, untuk memastikan sebuah obat aman dikonsumsi, Badan POM sudah mulai mengawalnya sejak dari awal pengembangan.

Mulya