Konsultasi “menghadapi Komplain Orang Tua “

Pembelajaran on-line merupakan hal baru dan menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar murid, guru maupun orang tua. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan , Nadiem Anwar Makarim, memberikan tujuh ideas bagi pengajar baik guru maupun orang tua dalam menghadapi kondisi situasi krisis ini. Intinya, kalau menurut saya, anak berkebutuhan khusus itu bisa, kok, bergabung dengan teman-teman normal lainnya di sekolah umum dengan kurikulum umum.

Dan rumah adalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktu. Dimana setiap harinya anak lebih banyak bertemu dengan orang tua. Ini adalah langkah yang tepat untuk mencontohkan perilaku yang baik. Salah satu contoh yang baik untuk diterapkan dirumah bersama dengan anak-anak adalah tidak marah. Terima kasih artikel Bapak menambah inspirasi saya untuk memahami bagaimana membangkitkan motivasi siswa.

Penyebab tantrum pada anak bermacam – macam, ada yang tidak mampu mengekspresikan emosinya, ada yang karena gagal mengambil mainan atau barang yang diinginkan, ada pula karena tidak dapat mengkomunikasikan kebutuhan, dan lain – lain. Dengan mengetahui penyebabnya, tantrum bisa dicegah dan dapat memperpendek rentang waktunya. Tantrum atau dalam istilah psikologi disebut sebagai “temper tantrum” diartikan sebagai perilaku marah pada anak-anak, biasanya terjadi pada usia pra sekolah (1 – four tahun).

Apabila Anda memberlakukan hal ini sejak dini, anak pasti akan mencontoh gaya hidup Anda yang teratur dan tidak suka menunda-nunda. Tidak masalah apabila anak sedikit lambat belajar, Anda harus tetap mengapresiasi proses belajarnya. Mendidik anak agar suka belajar hal-hal baru akan sangat berguna untuk masa depannya. Meningkatkan motivasi dan mencegah kejenuhan dapat membuat anak meninggalkan rasa malas nya. Dengan begitu kita akan mengetahui hal-hal yang ia sukai tentang belajar dan tidak sukai tentang belajar.

Hal pertama yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah melakukan pendekatan emosial dengan anak. Jika Anda dan anak dekat, maka rasa percaya anak untuk lebih terbuka dengan orang tuanya pun akan semakin besar. Ketika hal tersebut terjadi, akan lebih mudah bagi orang tua untuk mengajarkan dan memberitahu hal-hal yang penting bagi anak. Anak pun menerima semua yang Anda berikan dengan lebih mudah dan tanpa adanya rasa keterpaksaan.

Katakan padanya bahwa tidak apa-apa untuk mengekspresikan diri. Tetapi tidak ada hal yang bisa dipelajari dengan mudah jika diajarkan dengan pendekatan yang ketat. Metode yang lunak namun tegas selalu berhasil diterapkan agar anak mau mendengarkan. Pendekatan yang penuh cinta akan membentuk hubungan positif dan komunikasi terbuka agar anak mau mendengarkan instruksi orangtuanya. tetapi ada baiknya kita menciptakan sifat yang bisa membuat siswa itu dapat bekerja sama untuk belajar. bukan persaingan, karena ini akan memicu keluarnnya sifat dari keegoisan mereka.

Lapangan pekerjaan bagi mereka pun luas, mulai dari bekerja di instansi pemerintah; fasilitas kesehatan swasta; sampai membuka layanan praktik sendiri. Bayangkan, selain menerima gaji dari instansi mereka juga bisa menawarkan jasa secara pribadi yang tentu berdampak langsung pada menungkatnya penghasilan. Mereka sering tidak mendapat sorotan yang seharusnya layak diterima. Dalam beberapa kasus, bahkan gaji bidan harus tertunda sampai beberapa bulan lamanya karena kebobrokan birokrasi. Namun para bidan tetap berada di garda terdepan pelayanan kesehatan. Mereka tak peduli, ada yang memperhatikan kerja mereka atau tidak.

Cara agar anak mau mendengarkan pelajaran ketika sekolah

Pastikan untuk mengajukan pertanyaan terbuka yang melampaui jawaban ”ya” atau ”tidak”. Ketika ada banyak hal yang harus dipelajari, bantu anak remaja Anda untuk memecah tugas menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan tetap berpegang pada jadwal kalender belajar. Sehingga dia tidak belajar untuk beberapa tes semua dalam satu malam. Bebas gangguan berarti tidak ada telepon, TV, atau situs web selain sumber daya yang terkait dengan pekerjaan rumah. Pastikan selalu mengontrol untuk memastikan anak remaja Anda tidak terganggu.

Saat memasuki masa remaja, otomatis dunia anak menjadi berbeda. Mereka ingin lebih mandiri dan cenderung sedikit tidak bergantung pada orangtua. Dengan sekolah, anak bisa melatih dirinya untuk bisa mengikuti petunjuk yang diberikan.

Mulya