Berburu Obat Herbal, Perkuat Imunitas Saat Covid

Lalu, upayakan untuk membeli produk-produk natural di tempat-tempat resmi seperti apotik dan konsultasikan ke apoteker. “Kondisi ini gairah yang baik, tetapi tetap kita harus yakinkan konsumen bisa memilih obat obat natural yang baik,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa peran BPOM tidak hanya mengawasi obat-obatan kimiawi atau kandungan vaksin.

Menko PMK mengatakan, pengembangan tanaman obat dan herbal di masa pandemi Covid-19 ini sangatlah penting. Menurutnya, saat ini Presiden RI Joko Widodo berfokus pada pengembangan obat-obatan yang bersumber dari bahan baku asli Indonesia. Selain itu jamu atau obat tradisional juga menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan. Bila Anda mungkin terpapar virus Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain. Bila muncul gejala, baru lakukan isolasi mandiri dan tanyakan kepada dokter melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu Anda lakukan dan obat apa yang perlu Anda konsumsi. Madu dan segala komponennya merupakan sumber enzim alami yang sangat baik untuk menunjang kesembuhan dan revitalisasi tubuh.

Zullies menyebut salah satu contoh produk natural, yaitu kalung berbahan minyak eukaliptus yang diklaim anti corona. Meski dalam uji coba di laboratorium klaim itu bisa saja terbentuk, saat digunakan kepada manusia belum tentu akan menunjukkan hasil yang diinginkan. Karena itulah, Zullies setuju dengan langkah kementerian yang kemudian melakukan koreksi atas klaim awal mereka. Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM dr Reri Indriani menjelaskan, obat herbal terbagi menjadi tiga, yaitu jamu, obat natural terstandar, dan fitofarmaka. Selain itu, suplemen obat-obatan, seperti vitamin C, zinc dapat bekerja untuk meningkatkan kekebalan dan menjaga kesehatan tubuh.

Hal itu ditegaskan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti. Dia mengakui sudah banyak perusahaan bahkan perseorangan yang mengklaim obat buatannya ampuh untuk menyembuhkan virus Corona. Ia menegaskan, masih diperlukan berbagai penelitian lanjutan terhadap jamur Cordyceps militaris. Potensi jamur tersebut sangat baik untuk membantu menangkal virus, salah satunya virus Corona. “Data efikasi dan keamanan produk H2 Cordyceps militaris ini akan terus kami lengkapi. Kami juga sudah melakukan uji praklinik dan keamanan produk H2 Cordyceps militaris.”

Sama seperti rempah-rempah lainnya, ramuan empon-empon berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh. Sehingga, jika ada penyakit berbahaya mewabah, penduduk Indonesia sering menggunakan rempah sebagai obat alami untuk menangkal penyakit. Zat curcumin juga pernah diformulasikan untuk melawan virus flu burung, yang pernah mewabah dunia.

Obat alami untuk covid

Pakar natural ini menyebutkan bahwa obat natural atau tardisional bukan sebagai antivirus. Herbal menjadi sumber vitamin dan mineral yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan langsung oleh dokter di rumah sakit, sepertimelahirkan, operasi, cuci darah, atau vaksinasi anak, perlu ditangani secara berbeda dengan beberapa penyesuaian selama pandemi COVID-19. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan virus Corona selama Anda berada di rumah sakit.

Alam pun menyediakan ramuan herbal yang dapat membentengi atau bisa jadi untuk melawan virus Korona atau Covid-19. Ketika para ilmuwan berlomba untuk menemukan obat dan vaksin, China beralih ke pengobatan tradisional. Untuk dosis suplemen jamur militaris yang sudah dianjurkan pada umumnya 1.000 mg per hari. Dosis titu tergolong aman, bahkan ada yang pernah mengonsumsi sampai 4.000 mg per hari dan terbilang masih terbilang aman.

Penggunaan data tentang tumbuhan obat tradisional yang berasal dari hasil penelitian etnobotani merupakan salah satu cara yang efektif dalam menemukan bahan-bahan kimia baru dan berguna dalam pengobatan. Database tumbuhan obat di Indonesia masih sangat minim informasi terutama tentang jenis-jenis tumbuhan obat terkait dengan kearifan lokal, penggunaan dalam ramuan, bagian yang digunakan dan cara penggunaannya. Pasalnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang dengan jelas memaparkan bahwa obat natural tertentu bisa menyembuhkan coronavirus dalam hal ini spesifik Covid-19. Lagipula, sejauh ini, obat-obat natural yang diteliti terkait Covid-19 lebih bertujuan untuk melihat kemampuannya dalam meningkatkan sistem imun, bukan untuk benar-benar menyembuhkan. Masih dari tim peneliti yang sama, tanaman yang selanjutnya dianggap berpotensi untuk dijadikan obat herbal penangkal corona adalah jambu biji. Sebab menurut para peneliti dari UI dan IPB tersebut, jambu biji memiliki komponen yang cukup lengkap untuk melawan infeksi virus corona.

Mulya