8 Obat Hingga Vitamin Untuk Lawan Covid

Baru-baru ini, riset para peneliti di Universitas Oxford menyimpulkan bahwa obat Dexamethasone membantu menekan angka kematian pasien Covid-19. Untuk uji coba klinis, para penderita Covid-19 telah dibagi jenis kelamin dan kelompok umur. Remdesivir itu hasil uji klinisnya menyatakan bisa digunakan pada usia di atas 12 tahun dengan berat badan di atas 40 kg. Untuk wanita hamil dan menyusui belum ada informasi keamanannya sehingga disarankan untuk dihindari. Dari proses uji itu, sepertinya remdesivir yang memang paling promising hasilnya.

Vaksin sebetulnya merupakan jenis produk atau bahan yang digunakan untuk dapat menghasilkan kekebalan tubuh dari berbagai jenis penyakit. Dilansir dari alodokter, manfaat vaksin yang paling mendasar adalah sebagai tindakan pencegahan untuk penyakit menular. Baba Ramdev-Quartz IndiaRamdev dan Patanjali memang sempat mengklaim telah mengadakan uji klinis mandiri.

Mereka berkomitmen untuk meluncurkan penyelidikan untuk menjawab apakah Ramdev dan perusahaan memang benar-benar telah menjalankan uji klinis. Obat ini kombinasi dua obat antivirus yakni lopinavir dan ritonavir yang digunakan melawan HIV. Lopinavir mencegah enzim virus memotong protein penting yang merupakan kunci untuk reproduksi HIV. Sementara ritonavir membantu meningkatkan konsentrasi lopinavir dalam sel. Dalam penelitian praklinis, obat ini terbukti efektif melawan infeksi virus seperti sindrom pernapasan akut , sindrom pernapasan Timur Tengah dan HIV. Klorokuin membatasi kemampuan virus menggunakan ruang dalam sel untuk masuk ke dalam targetnya.

Heronimus menyatakan momentum pandemi COVID-19 menjadi peluang bagi petani kelapa di Kalbar dan masyarakat lainnya untuk membuat minyak kelapa murni. Ketika senyawa 7-Hmg tersebut dilakukan modifikasi kimia, menunjukkan potensi yang lebih kuat lagi untuk mematikan virus corona. Thamrin menambahkan, konsumsi yang baik adalah tiga kali sehari dengan satu atau dua sendok makan VCO. Namun bagi pasien reaktif ataupun positif COVID-19, bisa melebihi takaran itu.

Favipiravir ini asalnya dari Jepang, Fujifilm yang produksi dengan nama paten Avigan. Dulunya obat ini dipakai untuk influenza sebagai alternatif dari oseltamivir. Pak Jokowi membeli obat ini berdasarkan informasi dari Tiongkok karena sudah dipakai dan cukup baik hasilnya. Sedangkan hidroksiklorokuin itu aslinya obat antimalaria dan imunosupresan . Seperti lopinavir/ritonavir dulunya adalah obat untuk HIV, kemudian dicoba untuk Covid-19 dan hasilnya tidak terlalu menggembirakan.

Obat penyembuh covid yang ampuh

Hal ini terkait klaim penemuan kombinasi obat Covid-19 yang dilakukan oleh Universitas Airlangga , TNI dan BIN beberapa waktu lalu. Meski begitu, Wiku menekankan, obat-obat tersebut tidak bisa digunakan secara sembarangan oleh masyarakat. Selain itu, suplemen obat-obatan, seperti vitamin C, zinc dapat bekerja untuk meningkatkan kekebalan dan menjaga kesehatan tubuh. Jika sudah minum obat apa pun untuk suatu penyakit, lanjutkan melakukannya, setelah memberi tahu dokter. ILUSTRASI OBAT – Obat Apa yang Harus Disediakan Saat Orang yang Terpapar Covid-19 Lakukan Isolasi Mandiri di Rumah?

Minyak terdapat dalam air, ketika proteinnya terganggu, minyak akan lepas. Sehingga setiap kali keluarnya minyak VCO, selalu diiringi dengan pelepasan air. “Tetapi dengan minum VCO, kita tahu lemak, lipid inikan energi. Jadi selain menjadi sumber energi, VCO juga bisa merusak sel virus itu,” kata pakar Kimia Agroindustri ini. Jika susunan lipid yang ada di membran sel tidak teratur, maka terjadi kerusakan membran sel.

Selain dexamethasone, program Recovery Trial juga turut menguji hydroxychloroquine yang kini terbukti tidak manjur dan justru bisa membahayakan. Meski demikian ia menegaskan bahwa dexamethasone hanya untuk pasien Covid-19 yang parah, bukan untuk yang gejalanya ringan. Ari menyebutkan, sebenarnya Covid-19 merupakan penyakit yang pada dasarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Guru besar pada Departemen Penyakit Dalam yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia , Ari Fahrial Syam, mengatakan, klaim ramuan seperti dalam pesan berantai itu belum terbukti secara medis. Penemuan obat untuk penyembuhan pasien Covid-19 harus benar-benar valid dari aspek metodologi.

KOMPAS.com – Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Nantinya, pasien yang diberikan obat ini akan dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan perawatan standar. Dengan cara ini diharapkan WHO dapat mengetahui mana di antara 4 obat ini yang paling efektif untuk menyembuhkan COVID-19. Perkembangan virus ini pun membuat banyak orang resah dan bertanya-tanya, kapan sih vaksin corona ini bisa ditemukan? Ayo, pahami lebih dekat mengenai apa itu vaksin dan apa saja upaya yang telah dilakukan oleh para ilmuan untuk menemukan vaksin corona atau COVID-19.

Mulya